Home / Advertorial / Kesehatan / Pemkab Tanah Bumbu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Tanah Bumbu Perkuat Konvergensi Stunting Lewat Monev Kecamatan

Monitoring dan evaluasi (Monev) konvergensi stunting semester I tahun 2026 di tingkat kecamatan. (Foto: Istimewa)

Monitoring dan evaluasi (Monev) konvergensi stunting semester I tahun 2026 di tingkat kecamatan. (Foto: Istimewa)

BATULICIN, wasaka.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus menaruh perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting. Untuk menilai capaian program, Tim Aksi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) konvergensi stunting semester I tahun 2026 di tingkat kecamatan.

Kegiatan berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 di 12 kecamatan dengan melibatkan SKPD terkait, Tenaga Ahli Pendamping Desa, Puskesmas, Balai Penyuluh KB, serta pemerintah kecamatan.

Monev diawali di Aula Kecamatan Simpang Empat, Selasa (18/8), dipimpin Kepala Bidang PPM Bappedalitbang Tanah Bumbu, Sri Rahayu, SE, MM.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membina TPPS Kecamatan Tahun 2026, sekaligus mengevaluasi pelaporan kinerja melalui web aksi konvergensi stunting Bina Bangda, serta menyusun rencana kerja OPD terkait untuk semester II.

Baca Juga : Pemkab dan DPRD Tanah Bumbu Sepakati KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027

Dalam evaluasi, disampaikan 14 indikator capaian intervensi spesifik stunting yang mencakup remaja putri, ibu hamil, dan balita. Beberapa wilayah puskesmas seperti Pulau Tanjung, Karang Bintang, dan Batulicin 1 masih memerlukan intervensi tambahan. Sebaliknya, Puskesmas Mantewe dan Simpang Empat menunjukkan keberhasilan menekan angka prevalensi stunting.

Meski demikian, sejumlah indikator masih di bawah target, seperti konsumsi tablet tambah darah/MMS ibu hamil dan pemberian PMT bagi ibu hamil KEK. Namun terdapat capaian yang melampaui target, antara lain: Skrining anemia remaja putri mencapai 97,81% (target 19,91%), Konsumsi tablet tambah darah remaja putri 84,78% (target 77%), Pemeriksaan kehamilan, (ANC 6x) 44,9% (target 41%), ASI eksklusif 77,52% (target 76%), dan MP-ASI (6–23 bulan) 92,71% (target 79%).

Selain itu, pemerintah kecamatan diwajibkan mengorkestrasi 31 indikator intervensi spesifik dan sensitif secara terintegrasi, melakukan sinkronisasi siklus aksi konvergensi, serta memastikan tata kelola input data pada platform Web Aksi Bina Bangda berjalan optimal.(adv/zai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Rayakan Hari Kemenangan, PLN Gelar Halal Bihalal Bersama Anak-Anak Panti Asuhan

Advertorial

Tanah Bumbu Gelar Baksos Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis dalam Rangka HUT ke-80 TNI

Advertorial

Pandangan Umum Fraksi DPRD Balangan Terhadap Raperda Perubahan APBD 2025

Advertorial

DPRD Setujui LPj APBD 2024, Pemkab Tanah Bumbu Komitmen Wujudkan Pembangunan

Advertorial

Bupati Kotabaru Resmi Menutup Festival Gebyar Pesona Ramadhan Dihibur oleh EL Corona

Advertorial

HUT Korpri Ke 53 Bupati Tanah Bumbu Lepas Jalan Santai

Advertorial

SMKN 2 Simpang Empat Hadirkan Dinas Kominfosp Jadi Narasumber P5

Advertorial

Tim Penilai Provinsi Kalsel Lakukan Penilaian ke Posyandu Asoka