BANJARMASIN, wasaka.id – Musyawarah daerah (Musda) XI resmi menetapkan secara aklamasi kepada Hasnuryadi Sulaiman, sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalsel periode 2025–2030.
Musda XI DPD Partai Golkar Kalsel yamg berlangsung di Fugo Hotel Banjarmasin pada Minggu (3/8), menetapkan putra mendiang tokoh Banua H. Abdussamad Sulaiman HB dan Hj. Siti Nurhayati sebagai nakhoda partai Golkar Kalsel lima tahun ke depan.
Dukungan dari DPD Partai Golkar kabupaten dan kota se Kalsel, DPD Provinsi Kalsel, DPP Partai Golkar dan organisasi sayap baik yang mendirikan dan didirikan kompak mendukung Hasnuryadi Sulaiman sebagai Ketua DPD Partai Golkar.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan kita semua,” ungkapnya.
Baca Juga : Musda XI Golkar Kalsel Digelar, Bahlil: Siapapun Terpilih Harus Bisa Membesarkan Partai
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada keluarga besar partai Golkar, mulai dari para ketua dan sekretaris DPD kabupaten/kota se-Kalsel, hingga organisasi sayap partai baik yang mendirikan atau yang didirikan, beserta para tokoh senior partai.
“Dengan cinta kepada Allah SWT dan Baginda Rasulullah SAW, saya berterima kasih atas kepercayaan ini. InsyaAllah, ini menjadi bagian dari pengabdian kita semua untuk masyarakat Banua dan bangsa Indonesia,” ucapnya.
Bang Hasnur, sapaan akrabnya menegaskan, proses pemilihan telah berjalan sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku, meskipun berlangsung cukup singkat.
Ia juga menyampaikan bahwa kesepakatan untuk bersatu dalam pengabdian kepada Golkar dan masyarakat telah tercapai bersama figur-figur senior seperti Bambang Hery Purnama dan Dewi Damayanti.
“Kami bersepakat untuk bersatu dan memberikan yang terbaik untuk Golkar, untuk Banua, dan untuk Indonesia. Tentu semua ini berada di bawah bimbingan Ketua Umum, Bapak Bahlil Lahadalia,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bang Hasnur juga menyampaikan visi kepengurusan ke depan yang akan dirumuskan lebih lanjut bersama tim perumus atau formatur pasca Musda.
“Kita akan merangkul semua pihak. Seperti disampaikan Ketua Umum, saat ini sekitar 70 persen pemilih berada di rentang usia 17 hingga 50 tahun. Maka generasi muda harus diberi ruang, namun tanpa melupakan peran dan hikmah dari para senior,” pungkasnya.(ran)















