BANJARMASIN, wasaka.id – Suasana halaman Balai Kota Banjarmasin dipenuhi semangat dan keceriaan. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti jalan santai dan lomba olahraga tradisional dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Hari Olahraga Nasional (Haornas), serta Hari Perhubungan Nasional.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir, sekaligus menegaskan pentingnya melestarikan budaya melalui olahraga tradisional.
Beragam permainan rakyat yang sarat makna budaya ditampilkan, mulai dari bakiak, enggrang, lari balok, balogo, badaku, ketapel, hingga tarik tambang. Kehadiran lomba tradisional ini disambut riuh sorak warga, menciptakan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan nostalgia.
Wali Kota Yamin menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya bernuansa hiburan, melainkan juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian nilai budaya. “Kegiatan ini bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga edukasi dan pelestarian nilai-nilai lokal,” ucapnya.
Baca Juga: Jukung Hias Tanglong Meriahkan Hari Jadi ke 497 Kota Banjarmasin
Ia juga menuturkan pentingnya mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda. Menurutnya, permainan rakyat tidak hanya menjadi pengingat masa lalu, tetapi juga memiliki potensi untuk dibawa ke panggung nasional. “Saya ingin anak-anak Banjarmasin mengenal permainan tradisional, dan bahkan membawanya ke panggung nasional,” katanya.
Tak berlebihan, sebab sejumlah cabang olahraga tradisional yang ditampilkan memang memiliki peluang prestasi. Kota Banjarmasin sendiri tercatat pernah mengirim atlet dan berhasil memborong medali dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) pada tahun-tahun sebelumnya.
Lebih jauh, Wali Kota Yamin menegaskan bahwa olahraga tradisional juga berperan sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga. “Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga, gelaran ini juga dimanfaatkan sebagai momentum mendorong masyarakat untuk tetap aktif dan sehat — tanpa harus bergantung pada fasilitas modern,” jelasnya.
Ia pun berharap keterlibatan semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, menjadi bukti bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan masa lalu, tetapi juga aset berharga bagi masa depan.(mey)














