Home / News

Senin, 27 Februari 2023 - 15:32 WIB

Pesan Keras Jokowi Soal Pangan Jelang Puasa: Barang Wajib Ada Semuanya!

JAKARTA, wasaka.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya pesan yang sangat keras bagi para jajarannya baik di kementerian dan lembaga (K/L) soal pemenuhan bahan pangan jelang puasa dan lebaran. Ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat jelang Ramadan menjadi hal yang penting untuk dipenuhi bagi Jokowi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan Jokowi sempat dengan keras memerintahkan agar ketersediaan dan harga pangan bisa terjaga selama masyarakat menjalankan ibadah puasa hingga perayaan lebaran. Khususnya, komoditas beras yang belakangan ini sempat mengalami kenaikan harga dan kelangkaan.

“Untuk beras, arahan Presiden tadi masuk puasa lebaran barang wajib sudah ada semuanya. Beliau agak keras tadi untuk memastikan stok itu ada,” kata Arief di Kompleks Istana Kepresidenan.

Lebih lanjut dia menjelaskan sebulan ke depan musim panen raya bakal terjadi di Indonesia. Menurutnya, Bulog sudah diperintahkan untuk mempersiapkan penyerapan beras petani untuk ketersediaan pasokan beras pemerintah.

Baca Juga : Jokowi Tidak Sebut Nama Cawapres Saat Hadir di Rakornas PAN

Pihaknya sudah memberikan dukungan kepada Bulog lewat revisi regulasi, tepatnya regulasi Permendag 24 tahun 2020 soal penetapan harga penyerapan gabah kering panen (GKP). Beberapa harga serap gabah dinaikkan agar Bulog bisa menyerap beras dengan harga pasar yang kompetitif dari petani.

“Jadi kemarin kita adjust sedikit angkanya agar Bulog bisa serap. Misalnya, dari yang Rp 8.300 jadi Rp 9.000, yang Rp 4.200 jadi Rp 4.650 untuk di gudang Bulog. Kita adjust semuanya. Kita pastikan petani itu tidak rugi pada saat panen raya juga,” papar Arief.

Menurutnya, pihaknya tak mau menaikkan harga serapan GKP Bulog setinggi harapan petani. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga di hilir, dalam hal ini harga beras di tengah masyarakat.

“Jadi gini, kan kita mau jaga harga hulu dan hilir, dua duanya. Kalau hilir beras kan tergantung GKP, gabah kering panen, jadi kami atur hulu dan hilir dua-duanya,” sebut Arief.

Arief juga menyatakan pemerintah akan mengimpor daging kerbau dan sapi. Jumlahnya masing-masing komoditas daging itu akan diimpor sebanyak 100 ribu ton. Arief mengatakan importasi dua komoditas daging ini sudah mendapatkan persetujuan Jokowi dalam rapat terbatas dengan seluruh jajarannya.

Baca Juga : Jokowi Ingin Basarnas Punya Alat Canggih Seperti Iron Man

“Daging ini pemerintah melalui Rakortas sudah siapkan 100 ribu ton penugasan untuk Bulog berupa daging kerbau, dan ID Food RNI itu 100 ribu ton daging sapi frozen,” ujar Arief.

Sampai saat ini menurut Arief importasi dua komoditas daging ini hanya tinggal menunggu rekomendasi teknis dari Kementerian Pertanian dan persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan.

Bila semua sesuai rencana, targetnya importasi 200 ribu ton daging sapi dan daging kerbau ini bakal masuk ke Indonesia pertengahan Maret. “Bapanas kita akan pastikan sampai mana prosesnya. Targetnya importasi ini bisa datang pada pertengahan Maret,” ungkap Arief.

Menurutnya, importasi daging ini akan berlangsung secara bertahap. Bisa jadi 200 ribu ton daging yang diimpor tadi proses impornya dilakukan selama setahun penuh. Yang jelas di semester dua mendatang pihaknya akan melakukan evaluasi kembali apakah perlu jumlah impor daging ditambah atau tidak.

“Jadi 100 ribu sepanjang tahun cuma dimasukkan secara bertahap. Nggak mungkin semua 100 ribu langsung masuk,” jelas Arief.

Baca Juga : Wakil Bupati Kotabaru Ucapkan Terimakasih ke Presiden Jokowi Usai Menghadiri Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda

Kuota produksi Minyakita dengan harga Rp 14.000 per liter pun bakal ditambah, demi menjamin ketersediaannya jelang bulan puasa. Tadinya, per bulan produksi Minyakita cuma 300 ribu ton, kini ditambah jadi 450 ribu ton.

Minyakita diproduksi oleh perusahaan-perusahaan minyak goreng untuk memenuhi DMO demi mendapatkan izin ekspor.

Arief menjelaskan pihaknya dan Kementerian Perdagangan sudah mengundang pengusaha soal penambahan produksi Minyakita ini. Menurutnya, pengusaha pun siap dan akan mendukung bila produksi Minyakita ditambah.

“Kami sampaikan agar mereka (pengusaha) mau support 300 ribu ton per bulan yang Februari sampai April ini akan ditingkatkan jadi 450 ribu ton. Nanti dibagi oleh seluruh pengusaha minyak,” sebut Arief.

Menurutnya, masalah minyak goreng saat ini berbeda dengan tahun lalu. Saat ini pasokan minyak goreng tersedia dan banyak, hanya saja pasokan Minyakita yang harganya dipatok murah Rp 14 ribu per liter saja mulai langka.

Baca Juga : Sambut Pemilu 2024, Jokowi Minta Kepala Daerah Sering Turun ke Lapangan

“Jadi di Indonesia ini kalau ada harga murah yang kualitasnya 11-12 sedikit lebih rendah kualitasnya tapi selisih harga jauh, orang mau pindah ke situ, sehingga pemenuhan Minyakita tak bisa 100 persen,” pungkasnya.(mey)

Sumber : detik.com

Share :

Baca Juga

Penyerahan santunan kematian kepada ahli waris salah satu pekerja pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kotabaru Gelar Rakor Penyusunan Usulan Masyarakat

Berita Terkini

BREAKING NEWS! Paman Birin Mengundurkan Diri Sebagai Gubernur Kalimantan Selatan

Berita Terkini

Banjir di Tanah Laut, Pemuda Pancasila Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak

Nasional

Catatkan Elektabilitas Tertinggi di Pilkada Banjarbaru, Muncul Rencana Sanksi Diskualifikasi Aditya

Barito Putera

Derbi Papadaan, Barito Putera Siap Raih Hasil Positif di Kandang Borneo FC

Banjarmasin

Kader Partai Golkar Kalsel dan Golkar Banjarmasin Serap Aspirasi Masyarakat untuk Kemajuan Banua
Bupati Kotabaru, Sayed Jafar nampak menggunakan sarung tangan. Selain memimpin langsung kegoatan gotong royong, bupati juga ikut membersihkan area Salino's Jungle Land Agrowisata. (Foto : Istimewa)

Advertorial

Bupati Kotabaru Pimpin Gotong Royong Bersihkan Salino’s Jungle Land Agrowisata

Bola & Sports

Pesta Gol ke Gawang Brunei, Timnas Indonesia Melesat ke Puncak Klasemen Sementara Piala AFF 2022